Prediksi Bologna vs AS Roma: Lini Tengah Kunci Kemenangan Giallorossi

bologna-vs-as-roma

Waktu: Rabu, 25 September 2019 pukul 23.50 WIB (19.00 waktu setempat)

Venue: Stadio Olimpico

Cara Menonton: BeIn Sports Indonesia

Laga melawan tim dengan lini serang agresif, Bologna yang akan membuat pertandingan berjalan menarik, sengit, dan terbuka!

AS Roma akan melanjutkan minggu-minggu yang sibuk dengan bertandang ke Stadio Renato Dall’Ara, markas Bologna, dengan kehilangan beberapa pemain penting seperti Cengiz Under, Davide Zappacosta, & Diego Perotti yang masih cedera.

Ada kemajuan bagi Chris Smalling yang dikabarkan telah pulih setelah mengalami cedera kecil minggu lalu, namun Smalling hampir dipastikan akan duduk di bangku cadangan demi memastikan kondisi fisiknya prima agar siap bermain pada laga AS Roma berikutnya.

Line-up pemain saya prediksi akan kurang lebih sama dengan skuad yang menghempaskan Sassuolo 4-2 pada giornata yang lalu.

Di mistar gawang, Pau Lopez akan terus dipercaya oleh sang allenatore asal Portugal. Susunan bek tengah di jantung pertahanan pun akan ditempati oleh duet Federico Fazio & Gianluca Mancini.

Bek sayap kanan hampir pasti akan diisi oleh Alessandro Florenzi yang diistirahatkan pada laga Liga Eropa melawan Istanbul Basaksehir.

Yang agak sulit ditebak adalah pada pos bek sayap kiri: apakah Aleksandar Kolarov akan terus dimainkan, ataukah Leonardo Spinazzola yang akan dicoba sebagai bek sayap kiri?

Sementara itu, pada posisi gelandang, Paulo Fonseca telah mengonfirmasi pada konferensi pers pra-laga Bologna (baca artikelnya di sini) bahwa pada laga-laga Serie A, sang pelatih akan selalu menggunakan 2 gelandang median: khusus pada laga ini yaitu duet Bryan Cristante & Jordan Veretout.

Posisi trequartista (playmaker yang berada persis di belakang para striker) sudah pasti menjadi milik Lorenzo Pellegrini yang bermain brilian pada 2 laga terakhir AS Roma.

Ujung tombak pun dipastikan menjadi tempat tak tergantikan milik Edin Dzeko.

Nah, pada posisi winger, mungkin agak sulit ditebak mengingat apiknya performa Henrikh Mkhitaryan (man-of-the-match laga vs Sassuolo), Nicolo Zaniolo (man-of-the-match laga vs Istanbul Basaksehir), & Justin Kluivert (selalu mencetak gol di 2 laga terakhir AS Roma).

Namun, saya memprediksi bahwa winger kiri akan diisi oleh Mkhitaryan, sedangkan winger kanan akan diisi oleh Zaniolo. Hal itu karena Kluivert selalu menjadi starter dalam 3 laga terakhir AS Roma, sehingga sesuai dengan konferensi pers Fonseca (baca artikelnya di sini), pemain yang selalu dimainkan akan diistirahatkan pada laga ini.

PREDIKSI SKUAD AS ROMA vs BOLOGNA

Pau Lopez
Alessandro Florenzi – Gianluca Mancini – Federico Fazio – Leonardo Spinazzola
Bryan Cristante – Jordan Veretout
Nicolo Zaniolo – Lorenzo Pellegrini – Henrikh Mkhitaryan
Edin Dzeko

Seperti yang telah dianalisa oleh saya paska laga vs Basaksehir (baca artikel ANTIK di sini), sepertinya Fonseca mulai menyesuaikan diri dengan tidak hanya meninggalkan 2 orang bek ketika asik menyerang: akan selalu ada seorang bek sayap yang tidak diperkenankan maju apabila bek sayap di sisi lainnya melakukan penetrasi menyerang. Pada laga vs Basaksehir, Kolarov lebih sering menemani Fazio-Jesus ketika Giallorossi menyerang sehingga terlihat seolah-olah bek AS Roma terdiri atas 3 orang pemain.

Kedua bek sayap akan saling melakukan rotasi peran sebelum memutuskan menyerang, di mana hal ini akan disesuaikan dengan situasi pertandingan: apabila Florenzi merangsek maju, maka Spinazzola/Kolarov harus tetap di belakang bersama duet bek tengah Fazio-Mancini. Dan sebaliknya, apabila Spinazolla/Kolarov merangsek menyerang, maka Florenzi harus tinggal di area pertahanan.

Pendekatan cara bertahan ini berbeda dibandingkan ketika AS Roma kebobolan 3 gol kala melawan Genoa & dibombardir banyak peluang oleh Lazio: saat itu, kedua bek sayap terlihat sering keasikan menyerang dalam saat yang bersamaan sehingga hanya meninggalkan 2 orang bek tengah di garis pertahanan.

Selain itu, sesuai dengan analisa yang telah saya lakukan paska laga vs Sassuolo (baca artikel ANTIK di sini), di mana saya telah ngeh bahwa stamina para pemain langsung drop setelah laga melewati menit ke-60 yang disebabkan oleh terkurasnya stamina pemain setelah totalitas melakukan pressing sepanjang babak pertama, Fonseca ternyata melakukan adaptasi taktik pada laga vs Istanbul Basaksehir dengan tidak meminta para pemain melakukan pressing terus menerus, melainkan hanya melakukan pressing di saat yang sekiranya tepat (kuncinya adalah timing yang tepat).

Hal ini memang baik untuk menjaga stamina pemain, namun artinya para pemain Giallorossi harus sangat pintar menentukan kapan harus pressing dan kapan menunggu saja (pertanyaannya apakah pemain AS Roma telah cukup siap dan cerdas menentukan timing pressing yang tepat?).

Poin terakhir.

Jordan Veretout adalah kunci kemenangan AS Roma di liga domestik: kengototannya, energinya, serta stamina kudanya akan mempermudah kinerja Cristante, dan memberikan ketenangan bagi Pellegrini untuk lebih mampu berkreativitas merancang serangan AS Roma dengan kemampuan passingnya yang brilian.

– Gustaf Ardana


One thought on “Prediksi Bologna vs AS Roma: Lini Tengah Kunci Kemenangan Giallorossi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s