AS Roma 2-2 Wolfsberger: Blunder Pemain Bertahan Membuat Lawan Selalu Menyusul Ketertinggalan!

as-roma-2019

“Wajar apabila kami gagal mendapatkan hasil terbaik karena banyaknya kesalahan individual pemain di atas lapangan,” kata Fonseca. Kesalahan yang dimaksud tentu saja adalah gol bunuh diri Florenzi dan ketidakmampuan Fazio dalam menghalau bola crossing lawan.

Allenatore AS Roma, Paulo Fonseca, merasa cukup kesal dengan penampilan anak asuhnya di partai Liga Eropa melawan Wolfsberger dinihari tadi. Menurutnya, Edin Dzeko cs terlalu meremehkan kekuatan lawan.

Dalam partai melawan Wolfsberger, AS Roma memang berhasil mendapatkan satu poin. Namun, mereka hampir tidak kalah karena Wolfsberger mampu tampil apik dan terus menekan lini pertahanan Giallorossi yang kehilangan Chris Smalling.

“Kami sudah membuat kesalahan karena berpikir akan meraih kemenangan mudah sebelum pertandingan. Tapi, Wolfsberg merupakan tim yang sangat baik,” ungkap Paulo Fonseca di sesi jumpa pers pasca pertandingan.

“Di pertandingan tadi, kami membuat cukup banyak kesalahan dan mereka terus menekan. Wajar apabila kami gagal mendapatkan hasil terbaik karena banyaknya kesalahan individual dari para pemain di atas lapangan,” sambung Fonseca menambahkan.

Kesalahan yang dimaksud tentu saja adalah kedua gol Wolfsberger ke gawang Antonio Mirante, yaitu gol bunuh diri Alessandro Florenzi (gol pertama) dan ketidakmampuan Federico Fazio dalam menghalau bola crossing lawan yang berakibat fatal karena striker lawan mampu menyambar umpan tersebut dengan jumping-header ciamik.

Winger Giallorossi, Diego Perotti yang dinobatkan menjadi man-of-the-match pun mengakui timnya bermain buruk.

Unggul cepat lewat penalti Perotti, Roma kemudian kebobolan usai Alessandro Florenzi mencetak gol bunuh diri di menit ke-10. Sempat kembali memimpin berkat gol Edin Dzeko, Roma akhirnya harus puas dengan hasil seri setelah Shon Weissman bikin gol di menit ke-63 karena buruknya pembacaan permainan dari Federico Fazio.

https://twitter.com/AsrGoals/status/1205221625647509505

Tambahan satu angka dari laga ini sudah cukup untuk meloloskan Roma ke babak 32 besar Liga Europa dengan status sebagai runner-up Grup J.

Meski demikian, Perotti tidak puas dengan penampilan timnya.

“Saya sudah bilang ini adalah pertandingan aneh di mana segalanya bisa terjadi. Kami tidak main bagus, tapi kami lolos dan sekarang harus menatap ke babak berikutnya,” ujar Perotti kepada Sky Sport Italia.

“Saya kira kami tidak punya sikap yang tepat, karena fokus kami terpecah dan mungkin berpikir ini akan mudah. Wolfsber sudah tersingkir, tapi mereka memberi perlawanan, terus menekan kami, dan kami harus memperbaiki banyak hal jika ingin melaju jauh.”

“Ketika kami melihat kalau kami kesulitan, kami memberi 100 persen dan mungkin sedikit terlambat saat itu. Saya tidak ragu kepada teman-teman setim dan apa yang ingin kami lakukan, tapi saya merasa kami kadang punya sikap yang salah,” katanya.

Hasil imbang yang diraih dari partai melawan Wolfsberger membuat AS Roma harus puas finis sebagai runner up di grup J. Hal ini tentu tak lepas dari kemenangan mengejutkan Istanbul Basaksehir atas Borussia Moenchengladbach yang sukses membawa mereka finis sebagai juara grup.

Status runner-up milik AS Roma membuat mereka akan mendapatkan lawan yang tangguh di babak 32 besar Liga Eropa.

– Gustaf Ardana


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s