5 Alasan Kenapa Harus Berinvestasi di Emas Antam pada Tahun 2020!

Gold and Silver are money. Everything else is credit.

J.P. Morgan

“Taf, apakah saat ini gue udah telat untuk beli emas? Bukannya harga emas sudah naik tinggi ya dalam beberapa bulan terakhir? Kalo gue beli, terus harga emas turun gimana?”

Itu adalah contoh pertanyaan yang sempat saya diskusikan dengan beberapa kawan dekat saya dalam berbagai kesempatan chatting belakangan ini.

Kebanyakan dari kawan saya sebenarnya amat tertarik untuk segera membeli komoditas emas, namun masih banyak keragu-raguan di benak mereka terkait pergerakan harga emas ke depannya. Mengingat dalam pembelian emas dan logam mulia, ada selisih antara harga jual dan harga beli yang cukup besar selisihnya, yaitu sekitar 5-12%. Karena menurut mereka, kenaikan harga emas saat ini sudah melesat cukup pesat, mereka khawatir harga emas akan segera turun seketika dalam waktu dekat.

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya tidak bisa secara tegas menjawab dengan merespons menggunakan jawaban tertutup (ya atau tidak). Namun berdasarkan fakta makro ekonomi global, termasuk kondisi terkini bursa pasar modal Indonesia, ada berbagai fakta yang bisa kita lihat dalam beberapa waktu terakhir.

Berikut ini adalah 5 Alasan Kenapa Harus Berinvestasi di Emas Antam pada Tahun 2020:

1. Dalam 1 minggu terakhir (20-24 April 2020), di bursa saham IHSG pasar reguler saja telah terjadi modal asing yang hengkang ke luar negeri (capital outflow) senilai Rp 3 Triliun hanya dalam seminggu terakhir!

Dan pada hari Jumat kemarin saja (24 April 2020), nilai modal asing yang keluar dari bursa mencapai Rp 1,09 Triliun dalam sehari! Itu adalah nilai capital outflow yang sangat besar, dengan tingkat volume yang cukup extra-ordinary.

Nilai capital outflow yang besar menandakan bahwa, untuk suatu alasan tertentu, investor asing sedang menghindari bursa pasar modal Indonesia.

Apabila kita amati secara saksama, biasanya gaya main investor asing dalam 1 minggu terakhir adalah: mereka bakal inject dan pumping dana besar ke bursa saham di pagi harinya untuk memancing investor lokal agar masuk ke dalam bursa sehingga mengerek naik harga saham. Kemudian setelah investor lokal terpancing untuk masuk dan mengerek naik harga saham tertentu, pada sore harinya menjelang closing market, investor asing akan menjual seluruh sahamnya dan keluar dari bursa dalam negeri dengan jumlah yang besar – yang menyebabkan net-sell asing yang tinggi.

Meninggalkan para investor lokal yang menampung saham tersebut dengan harga tinggi karena sudah terkatrol oleh permainan pumping dari investor asing.

Selain itu sepanjang tahun 2020 saja, berdasarkan data per tanggal 6 April 2020, sudah ada lebih dari Rp 171 Triliun modal asing yang keluar dari dalam negeri, termasuk dari pasar saham, obligasi, SUN, sukuk, dll.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2020/04/06/162251026/akibat-corona-modal-asing-rp-1716-triliun-kabur-hingga-rupiah-ambrol?page=all.

Kenapa terjadi capital outflow yang teramat besar dari market Indonesia, yang jumlahnya malah semakin meningkat dalam 1 minggu terakhir? Karena telah terjadi suatu indikator paling parah yang bisa dibayangkan dari pasar komoditas global, yang akan kita bahas pada ke poin ke-2.

2. Harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) di NYMEX (bursa komoditas Amerika) mencapai titik -42 USD/barel. Di pasar normal dengan kondisi supply-demand yang wajar, sangat mustahil bisa membayangkan harga minyak berada di nilai negatif. Bahkan, harga minyak di bawah 15 USD/barel saja sudah dianggap harga yang sangat murah pada kondisi pasar wajar.

Baca juga: https://gustafardana.com/2020/04/21/harga-minyak-bumi-anjlok-terparah-sepanjang-sejarah-kesempatan-emas-membeli-2-saham-etf-oil-terbaik-pada-tahun-2020/.

Apabila harga negatif minyak mental bisa mencapai -42 USD/barel, itu adalah suatu indikator sangat serius yang menunjukkan bahwa ekonomi global benar-benar dalam krisis besar.

Artinya, industri global saat ini sedang runtuh dan roda perekonomian tidak berputar, karena harga minyak dunia menjadi indikator utama apakah roda perindustrian tengah berjalan atau tidak. Apabila harga minyak dunia perlahan-lahan meningkat, maka menjadi indikator bahwa roda perekonomian pulih. Namun apabila harga minyak dunia masih hancur, maka seluruh komoditas energi lainnya akan ikut terhantam (batubara, CPO/crude palm ol, dll.) dan menjadi indikasi bahwa ekonomi dunia benar-benar sedang dalam krisis.

3. Pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) negara Tiongkok sepanjang kuartal-1 2020 sudah mengalami penurunan perekonomian dengan rate yang membelakkan mata: -6,8%!

Sumber: https://thediplomat.com/2020/04/china-posts-6-8-percent-q1-2020-gdp-contraction-markets-dont-flinch/.

Itu adalah kontraksi (penurunan) nilai GDP yang sangat besar mengingat Tiongkok adalah perekonomian terbesar kedua dunia. Di kuartal-1 2020, Tiongkok memang menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh Covid19.

Apa yang bisa kita bayangkan mengenai indikator ekonomi dunia di kuartal-2 2020? Mengingat kuartal-2 2020 adalah periode yang paling memberikan dampak Covid19 bagi seluruh dunia (di luar Tiongkok yang sudah lebih dahulu terhantam). Hampir bisa dipastikan bahwa berbagai indikator makro ekonomi dan laporan keuangan hampir semua perusahaan dan industri akan hancur sepanjang kuartal-2 2020.

Melihat beberapa indikator awal yang telah muncul terkait dampak Covid19, kemungkinan besar bursa global akan turun terus mencapai bottom hingga akhir tahun 2020. Bouncing bursa pada periode akhir Maret-pertengahan April 2020 kemungkinan hanyalah dead-cat bounce. Dead-cat bounce ini salah satunya terjadi karena tiba-tiba banyak trader amatir dadakan yang memasuki bursa untuk mencari uang – mengingat sektor riil sudah terhantam sehingga sumber pemasukan asli mereka di kala normal sudah tidak berjalan.

Selain bahaya dead-cat bounce yang memberikan efek kenaikan bursa semu, di bulan Mei pun – paska pembagian dividen perusahaan publik – investor selalu beramai-ramai menarik modalnya dalam jumlah besar dari bursa pasar modal, dan mengalihkan asetnya untuk membeli instrumen yang lebih aman dan stabil, seperti emas dan pasar uang.

Perginya investor dari pasar modal setiap bulan Mei dikenal dengan istilah “Sell on May, and Go Away”.

4. Seluruh pemerintah berbagai negara di dunia seakan berlomba-lomba menyuntikkan kebijakan fiskal dan Quantitative Easing. Artinya, jumlah uang beredar di suatu negara akan bertambah secara signifikan. Apabila jumlah uang beredar (baik dalam bentuk digital maupun uang kertas) meningkat dengan porsi yang cukup banyak, maka akan menurunkan nilai mata uang FIAT (mata uang yang tidak diback-up oleh emas).

Faktanya sejak tahun 1972, seluruh mata uang negara dunia tidak lagi diback-up oleh cadangan emas. Mata uang Fiat hanyalah sekadar nota bank sentral. Artinya ke depannya, nilai mata uang Fiat tidak akan memiliki nilai intrinsik yang kuat apabila negara terus menerus mencetak uang baru, karena pembuatan uangnya tidak lagi mewakili suatu aset riil dengan nilai intrinsik yang kuat.

Bahkan The Fed (bank sentral Amerika) telah memberikan suntikan stimulus fiskal TIDAK TERBATAS atas macetnya roda perekonomian Amerika Serikat. Hal itu akan menyebabkan mata uang Dollar tidak sekuat dulu lagi. Hal ini bisa menjelaskan kenapa Rupiah terlihat cukup perkasa menahan pergerakan US Dollar di pasar kurs valuta asing. Bukan hanya karena mata uang Rupiah yang sudah lebih stabil dengan cadangan devisa yang cukup baik, namun juga karena US Dollar sudah kehilangan cukup banyak nilai intrinsiknya akibat stimulus fiskal terbesar sepanjang sejarah dunia tersebut.

Sumber: https://www.cnbc.com/2020/03/15/federal-reserve-cuts-rates-to-zero-and-launches-massive-700-billion-quantitative-easing-program.html.

5. Menurunnya nilai intrinsik mata uang Fiat, hilangnya selera investor untuk mengoleksi aset beresiko tinggi, serta data yang menunjukkan bahwa sangat mungkin segera terjadi resesi ekonomi dunia, akan membuat harga instrumen investasi yang memiliki nilai intrinsik yang kuat dan stabil akan meningkat dengan pesat.

Tidak lain dan tidak bukan adalah aset logam mulia seperti emas, perak, dll.

Tidak heran Bank of America memprediksi bahwa harga emas global akan mencapai harga 3,000 USD per troy ounce.

Sumber: https://www.bloomberg.com/news/articles/2020-04-21/bofa-raises-gold-target-to-3-000-as-fed-can-t-print-gold.

Bank of America memprediksi bahwa harga emas global (XAU) akan mencetak rekor tertinggi 3,000 USD/troy ounce pada akhir tahun 2021. Saat ini, harga XAU berada pada kisaran harga 1,700 USD/troy ounce. Artinya dalam jangka waktu 1,5 tahun saja, harga emas global diprediksi akan melejit naik hingga 75%.

Harga emas dunia pernah mencapai rekor harga tertinggi di harga 1,921 USD/troy ounce pada September 2011 – sekitar 3 tahun paska krisis ekonomi Subprime Mortgage terjadi pada tahun 2008.

Berarti secara historis, kurang lebih 3 tahun paska krisis besar, harga emas dunia akan melonjak dan mencapai rekor harga tertinggi baru.

Emas dalam negeri seperti emas Antam dan emas Pegadaian pun pastinya akan ikut naik dengan pesat mengikuti arah pergerakan harga emas dunia (XAU). Bedanya, ketika nantinya ekonomi membaik dan harga emas kembali turun (karena para investor menarik investasi emasnya dan mengalokasikan pada instrumen investasi dengan resiko lebih tinggi dan imbal hasil lebih menarik), harga emas Antam dan emas Pegadaian tidak akan turun sepesat harga emas global dunia. Sehingga berinvestasi emas dalam negeri jauh lebih stabil dan lebih minim resiko.

Saya sendiri sejak awal bulan Maret 2020 – ketika bursa pasar modal seluruh dunia mulai runtuh karena panic selling – telah mengoleksi emas dalam negeri, sehingga saya sedang menikmati cuan dari kenaikan harga emas yang sangat pesat dalam 2 bulan terakhir. Pada awal Maret 2020 tersebut, saya telah menarik seluruh dana saya dari instrumen investasi beresiko tinggi, dan mengalihkan 80% capital yang saya miliki pada instrumen emas dalam negeri, lebih tepatnya adalah Emas Pegadaian yang dibeli melalui portal emas digital Tokopedia (https://www.tokopedia.com/emas/).

Pengalaman saya bertransaksi di portal emas digital Tokopedia sangat baik. Proses pembelian dan penjualan emas digital sangat cepat. Untuk penarikan investasi, dalam jangka waktu 15-20 menit dana sudah ditransfer ke rekening pribadi yang saya daftarkan.

Menurut hemat saya, membeli emas digital lebih praktis, dan tidak usah pusing akan tempat penyimpanannya. Dan apabila diinginkan, emas digital Tokopedia bisa kita tukarkan menjadi emas fisik ke gerai PT Pegadaian seluruh Indonesia.

Baik emas Pegadaian maupun emas Antam sama bagusnya. Karena keduanya memiliki pergerakan harga yang sangat mirip dan relatif stabil. Hanya perihal kenyamanan masing-masing saja.

Emas adalah safe haven bagi para investor. Sebuah tempat berteduh yang aman dari badai perekonomian.

Hopefully.

– Gustaf Ardana


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s